Senin, 04 Maret 2013

Istana Bantah Ada Diskriminasi pada Minoritas





Juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha membantah negara melakukan pembiaran sehingga gagal melindungi para pemeluk agama minoritas. Kata dia, semua warga negara dipandang sama, tak memandang kepercayaan yang dianut. "Agama minoritas? Kami bahkan tak mengenal istilah minoritas. Semua sama," kata Julian.

Sebelumnya, Human Rights Watch menilai pemerintah Indonesia gagal melindungi penganut agama minoritas. Lembaga swadaya masyarakat internasional yang bermarkas di New York, Amerika Serikat, itu menyoroti banyaknya kasus serangan kelompok militan terhadap tempat ibadah dan penganut agama minoritas. Mereka mencatat terjadinya sekitar 264 kasus kekerasan sepanjang tahun 2012. Angka tersebut naik dari tahun sebelumnya sebanyak 244 kasus. Catatan tersebut mengutip data Setara Institute.

Julian mengatakan, persoalan kekerasan terhadap pemeluk agama tak bisa dilihat dari satu sudut pandang saja. Apalagi kemudian menyalahkan pihak-pihak berwajib seperti kepolisian, pemerintah, hingga kelompok pemeluk agama yang lain. Bisa-bisa, situasi yang ada bertambah panas. "Di negara homogen saja, benturan bisa terjadi. Apalagi di negara seperti Indonesia, yang besar, dan memiliki keanekaragaman suku, agama, dan budaya," kata dia.

Indonesia, kata Julian, sudah banyak mendapat pengakuan dari dunia  internasional ihwal kerukunan antar-umat beragama. Pengakuan itu, bukan diminta, tapi diberikan karena banyak kalangan yang merasakan penerapan kerukunan di Indonesia. "Jadi sebenarnya ini perlu diluruskan, LSM menyebut seperti itu kepentingannya apa? Apakah untuk kepentingan nasional, atau pihak tertentu?" ujar Julian. [Mh]

Sumber: Tempo.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar