Selasa, 26 Maret 2013

Salahuddin al-Ayubi, Sosok Pemimpin Islam yang Negarawan




Mengidolakan seseorang tidak hanya konsumsi orang-orang yang hanya bisa mengidolakan orang lain, alias orang biasa. Orang yang diidolakan, tokoh misalnya, pun pasti memiliki idola. Karena dengan mengidolakan seseorang, seseorang bisa belajar dari pengalaman hebat kehidupan idola tersebut, bagaimana cara mencapai asanya dan mengatasi problematika hidupnya.

Prabowo Subianto sebagai tokoh sekaligus idola konstituen Partai Gerindra, juga memiliki tokoh idola. Bagi Prabowo, yang banyak memberikannya inspirasi untuk menjadi pemimpin adalah Salahuddin al-Ayubi.
Menurut Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini Salahuddin adalah pemimpin yang menyayomi. “Tokoh yang saya kagumi adalah Salahuddin al-Ayubi. Terngiang-ngiang di imajinasi saya bagaimana menyatukan peradaban Islam dari ujung barat Afrika sampai Persia. Dia yang merebut yerusalem,” kata Prabowo Subianto.

Di mata Prabowo Salahuddin sebagai pemimpin Islam tidak saja berhasil mengembangkan agama Islam, tetapi juga menjaga pluralisme dengan menjaga keselamatan penganut agama lain.

“Langkah pertama adalah mengirim pasukan pribadi dia yang terpercaya untuk menjaga gereja, harus melindungi keselamatan ibadah agama lain. Semua, penganut agama lain. Itu pemimpin islam yang negarawan,” ujarnya.

“Yang luar biasa lagi, saya kaget di ujung riwayatnya saat meninggal, raja, panglima dan peradaban Islam kuat. Pada waktu mati bawahannya bingung tidak mendapati harta apapun (dari Salahuddin),” imbuhnya. [Mh]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar