Jumat, 03 Januari 2014

Teladan Kebangsaan Nabi





Bulan ini adalah bulan yang sangat spesial bagi umat Islam. Karena pada bulan ini, sekitar seribu empat ratus tahun yang lalu, Nabi Muhammad Saw dilahirkan ke muka bumi. Yaitu pada tanggal 12 bulan Rabiul Awal tahun Gajah yang pada tahun ini bersamaan dengan tangal 14 Januari 2014.
Umat Islam di seantero dunia senantiasa merayakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad Saw. Selain  karena insan pilihan Allah Swt, juga karena segenap pencapaian dan keteladanan beliau. Tak heran bila umat Islam kerap merayakan peringatan maulid selama satu bulan benuh.
Dalam konteks kebangsaan, keteladanan Nabi mendapatkan pengakuan dari banyak ilmuan dunia, bahkan dari kalangan ilmuan non-Muslim sekalipun. Yaitu ketika Nabi Muhammad Saw memprakarsai kehidupan bernegara dalam semangat kebangsaan di Madinah. Hingga masyarakat Madinah yang bersifat majemuk bisa berjalan dan hidup bersama sebagai satu bangsa di bawah aturan bersama yang dikenal dengan istilah Piagam Madinah atau miytsaq al-madinah.
Menurut sejumlah ilmuan dunia, ini adalah gagasan sekaligus praktek kehidupan berbangsa untuk pertama kalinya dalam sejarah panjang peradaban manusia. Meningat dalam kurun waktu berabad-abad sebelumnya, umat manusia kerap bertikai satu sama lain atas dasar semangat perbedaan kesukuan, kekabilahan dan hal-hal yang bersifat primordial lainnya.
Dalam pengalaman masyarakat Madinah (di bawah pimpinan Nabi Muhammad Saw), aneka macam perbedaan primordial justru bisa berdiri secara sama tegak dan saling menghormati dengan adanya ikatan kebangsaan. Bahkan sebagaimana tercantum dalam pendahuluan Piagam Madinah, masyarakat Madinah yang plural dari segi latar belakang kesukuan dan keagamaan disebut sebagai satu bangsa (ummatan wahidah).
Oleh karenanya, pada momen maulid seperti sekarang, semua pihak sejatinya merefleksikan secara serius semua teladan agung dari sosok agung seperti Nabi Muhammad Saw. Khususnya umat Islam. Hingga kita semua bisa mendekati sosok kesempurnaan beliau.
Hal ini tentu secara khusus berlaku bagi bangsa Indonesia, khususnya lagi bagi yang beragama Islam. Mengingat di satu sisi, Indonesia modern telah menjadi sebagai negara yang membawa nafas kebangsaan yang pernah ditegakkan Nabi di Madinah dahulu. Dan di sisi lain, karena kebangsaan, perdamaian dan persaudaraan merupakan salah satu ajaran inti Nabi Muhammad Saw.
Sebagai umat mayoritas di Indoanesia, sudah sepantasnya bila umat Islam berada di garis terdepan untuk menjaga dan menegakkan semangat kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hingga peradaban kebangsaan dan perdamaian yang telah dipelopori dan diteladankan oleh Nabi Muhammad Saw senantiasa terjaga terus dan tegak sepanjang kehidupan umat manusia.
Selamat merayakan maulid, dan selamat menegakkan teladan kebangsaan Nabi Muhammad Saw.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar