Senin, 06 Januari 2014

Presiden Harapkan GP Ansor Garda Depan Deradikalisasi




Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) menjadi garda depan dalam menghadapi dan mengatasi gerakan radikal dan ekstrem (deradikalisasi) di Indonesia guna menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan.
"Saya ingin GP Ansor berada di depan untuk menghadapi gerakan ekstrem radikal termasuk terorisme, cegahlah bumi nusantara ini dari gerakan ekstrem yang tidak bertanggung jawab. Jadikan Indonesia yang teduh," kata Presiden dalam peringatan hari lahir GP Ansor ke 80 di Surabaya, Sabtu (4/1/2014).
Presiden percaya GP Ansor yang lahir dari Ormas Nahdlatul Ulama (NU) senantiasa memiliki keinginan yang kuat guna mempertahankan NKRI yang dibangun melalui perjuangan para pendahulunya dari gerakan ekstrem dan radikal, termasuk terorisme.
SBY mengatakan, pentingnya GP Ansor ikut memerangi terorisme, karena salah satu badan otonom NU ini selalu berada di garda terdepan untuk menjaga kedaulatan bangsa dan negara Indonesia.
"Makanya, teruslah menjadi benteng Pancasila dan NKRI," tandas Presiden.
Presiden mengatakan Indonesia harus mampu menjadi bangsa besar yang menjunjung tinggi toleransi dan persaudaraan sehingga tidak bercerai berai.
Presiden juga berharap agar GP Ansor turut berkontribusi dalam memajukan pendidikan, mendorong dan menjadi pelopor ekonomi rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan.
Dalam kesempatan tersebut Presiden juga mengungkapkan kecintaannya pada GP Ansor. "Saya mencintai GP Ansor. Meskipun nanti saya tidak lagi menjadi Presiden saya tetap mencintai GP Ansor, saya adalah sahabat NU dan GP Ansor," kata Presiden.
Sumber: Antara, Tribunnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar