Selasa, 07 Januari 2014

Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Perdamaian Dunia



Untuk pertama kalinya Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Perdamaian Dunia yang akan digelar pada Juli mendatang di Bali. Konferensi akan dihadiri para kepala negara dan perwakilan kepala negara.
Presiden Komite Perdamaian Dunia (World Peace Committee/WPC), Djuyoto Suntani mengungkapkan ada tiga tujuan yang ingin dicapai dari konferensi ini, yaitu menciptakan bahasa dunia, etika dunia, dan hari raya umat manusia sedunia. Semua digelar untuk mewujudkan perdamaian di muka bumi.
"Kita akan membahas etika dunia, bahasa dunia, dan hari raya umat manusia sedunia," ujarnya saat berkunjung ke Pimpinan MPR RI di Jakarta, (2/1/2014).
Ia mengatakan bahasa dunia bukan Bahasa Inggris. Menurut dia Bahasa Inggris adalah bahasanya orang Inggris. Karena belum pernah ada bahasa dunia maka kita merasa perlu ada bahasa dunia. Pada konferensi nanti sifatnya mendeklarasikan, maka ada komite bahasa.
Sementara itu, mengenai etika dunia, perlu dirumuskan dan disepakati secara bersama. Sebab, selama ribuan tahun dunia tidak memiliki etika yang disepakati bersama. Tak adanya etika dunia, dianggap sebagai pemicu konflik, bahkan perang antarnegara.
"Kalau ada etika, maka dunia akan harmonis. Kita hidup cuma sekali, harus punya peradaban yang beretika," ujar dia.
Di dalam konferensi itu juga akan dideklarasikan Hari Raya Umat Manusia Sedunia. Hari raya itu nantinya dapat dijadikan waktu untuk bersama-sama merenung, mewujudkan, dan mempertahankan perdamaian.
Sementara itu, Ketua MPR, Sidharto Danusubroto mengaku sangat bangga Indonesia dapat menjadi tuan rumah dari konferensi perdamaian tingkat dunia. Ia berharap, hasil dari konferensi itu dapat betul-betul diterapkan demi mewujudkan dunia yang damai dan terbebas dari segala macam peperangan.
"Ini sumbangsih luar biasa untuk perdamaian dunia," ujar dia.
Sumber: Viva.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar