Jumat, 28 Desember 2012

Kisah Inspiratif Ahok dalam Kehidupan Antarumat Beragama



Dalam pertemuannya dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Wagub DKI Jakarta Basuki T. Purnama berbagi cerita tentang pengalaman kehidupan beragamanya. Cerita Wagub yang biasa disapa Ahok ini menarik untuk disimak tidak hanya lantaran guyonan-guyonannya melainkan juga kedalamannya dalam memahami bagaimana seharusnya hubungan antarumat beragama itu terjadi.

Ahok mengaku dirinya semenjak SD dan SLTP mengenyam pendidikan di sekolah Islam. Bahkan dirinya mengaku mengetahui beberapa ajaran Islam seperti bacaan syahadat dan lain sebagaianya. Pergaulannya dengan umat Islam yang dialami Ahok cukup intens. Bahkan dirinya sempat menjadi ketua panitia MTQ tingka provinsi Bangka Belitung.

Meskipun demikian, Ahok mengaku dirinya juga kerap menjadi korban segelintir umat Islam yang menurut Ahok sangat sempit menafsirkan al Qur’an. Misalnya Ahok pernah diusir dari masjid ketika hendak turut belajar al Qur’an dan ketika menjabat menjadi bupati, ada beberapa masjid yang menolak kehadirannya.
Menurut Ahok golongan Islam yang sempit semacam itu sangatlah sedikit. “Tentu di Indonesia ada sekelompok kecil, yang saya kira sekitar tidak lebih dari 10%, yang begitu sempit menafsirkan ayat-ayat di dalam al Qur’an” ungkap Ahok.

Bagi Ahok setiap agama memiliki ajaran-ajaran yang memprimasikan keadilan. “Kawan-kawan mengatakan, ketika ditanya seorang ustadz, kenapa memilih Ahok? Mereka jawabnya sangat menarik, yang kami butuhkan adalah yang membawa kesejahteraan umat. Bukan orang yang mengaku Islam tapi korupsi. Dan kami yakin Ahok menjadi pemimpin kami, Islam akan lebih maju daripada dipimpin oleh orang yang dapat hidayah/Islam tetapi kelakuannya kafir” cerita Ahok.

Pernah suatu ketika Ahok dimusuhi oleh umatnya sendiri, lantaran dirinya menyatakan lebih patuh pada konstitusi daripada air suci. Sebenarnya maksud Ahok bukan berarti merendahkan agama, justru sebaliknya. “Pengertian saya ayat suci itu terlalu mulia, terlalu tinggi. Jangan kita tarik keluar untuk urusan politik yang begitu kotor. Dan toh undang-undang kita berdasarkan ayat suci” ungkap Wagub DKI Jakarta ini. [Mh]


Sumber: Lazuardi Birru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar