Senin, 18 Februari 2013

Poso Hendak Dijadikan Arena “Jihad” Lagi?


                                                       


Penemuan lahan pelatihan teroris di Poso dua hari lalu memicu kekhawatiran bahwa Poso sebagai dipersiapkan sebagai arena “jihad” lagi.
“Saya kira memang ada tanda-tanda yang mengarah ke sana,” ucap Najib Azca, peneliti gerakan radikal Poso, kepada Lazuardi Birru menjawab kemungkinan itu.

Poso, lanjut pengajar FISIP UGM Yogyakarta itu, memang diidentifikasi oleh sejumlah kelompok jihadis sebagai arena jihad yang tepat, lantaran adanya konflik yang masih sering muncul. Hal itu, menurut Najib, bisa menjadi alasan untuk memobilisasi banyak orang, seperti yang terjadi pada 1999-2001, untuk berperang di sana.

“Jika terjadi konflik komunal berbasis agama, maka ada alasan untuk melakukan mobilisasi. Nah, Poso lebih mudah untuk dijadikan sebagai medan kekerasan yang berkepanjangan lantaran secara geografis wilayahnya mendukung,” ungkap Najib yang menulis disertasi mengenai kehidupan eks kombatan konflik Poso dan Ambon.

Kota Poso, sambung dia, dikelilingi oleh kawasan perkebunan dan hutan yang cukup kondusif menjadi basis pertahanan maupun basis ekonomi kelompok teror. “Jadi sepertinya memang gagasan menjadikan Poso sebagai arena jihad itu masih hidup di beberapa kelompok kecil,” ujarnya.

Dari hasil observasinya di Poso, Najib menilai, individu-individu bekas simpatisan Jamaah Islamiyah (JI) masih tinggal di sana. Sebagian dari mereka membangun basis-basis kecil untuk reproduksi gerakan.
“Di sisi lain juga ada kelompok-kelompok sempalan lain yang terpecah dari induknya dulu seperti Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) yang juga sedang membangun kekuatan. Mereka membangun basis-basis dakwah di beberapa tempat di Poso dan sekitarnya,” ujar Najib.

Namun kabar baiknya, demikian Najib, mayoritas masyarakat Poso sudah tidak ingin lagi kedamaian mereka terenggut oleh konflik. Sehingga beberapa provokasi kelompok teror tidak ditanggapi oleh mereka. (Fiq).


Sumber: Lazuardi Birru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar