Senin, 21 Januari 2013

Thailand Dinilai Rentan Aksi Teroris, Pemerintahnya Membantah




Thailand masuk peringkat nomor delapan negara paling rentan terhadap serangan teroris, terutama akibat terus merebaknya konflik di pedalaman Selatan negeri Gajah Putih itu. Namun pemerintah Thailand membantah penilaian tersebut.

Menurut Global Terrorism Index (GTI) yang meneliti 158 negara di dunia, Thailand adalah negara yang paling banyak diguncang teror dan nomor lima di seluruh Asia. Empat negara paling banyak diserang teroris di Asia adalah Irak, Afganistan dan India. Para teroris paling banyak bersembunyi di negara-negara ini.
Thailand menduduki peringkat paling top di antara negara-negara Asean, diikuti Filipina (peringkat 10), Indonesia (29), Malaysia (90) dan Kamboja (101). Laos tak terpengaruh tindak terorisme dalam satu dasa warsa, tulis laporan GTI.

Indeks GTI secara sistematis membuat peringkat dan membandingkan dampak terorisme di158 negara yang diukur dengan empat indikator. Yakni jumlah aktivitas teror, kematian, korban terluka dan tingkat kerusakan bangunan atau properti.

Menurut indeks ini, insiden yang menguncang wilayah Selatan Thailand sebanyak 173 kerusuhan, yang menyebabkan 142 orang meninggal dan 427 orang lainnya terluka. Insiden ini sudah bisa dimasukkan dalam kategori tindak terorisme.

Sementara itu, pemerintah Thailand kemarin meremehkan angka terorisme yang tinggi itu. Pemimpin oposisi Abhisit Vejjajiva yang juga bekas Perdana Menteri Thailand, prihatin dengan berita-berita mengenai tingginya angka terorisme yang bisa menimbulkan dampak negatif terhadap negaranya.

Kepada koran The Nation terbitan Bangkok (7/12), Deputi PM Chalerm Yoobamrung mengatakan sejumlah insiden di wilayah selatan yang didominasi kaum Muslim itu tidak termasuk tindak terorisme. Gejolak di selatan, menurut Chalerm, hanya dibesar-besarkan media dan yang menimbulkan ketakutan masyarakat.

Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Letjen Paradon Pattanathabutr setuju dengan pernyataan Chalerm, dan menganggap tingkat kekerasan di Selatan tak bisa dikategorikan sebagai tindak terorisme. (sf)



Sumber: Lazuardi Birru

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar