Selasa, 08 Januari 2013

Dunia Internasional Ancam Suriah


Kekuatan Internasional menyampaikan ancamannya kepada Pemerintah Suriah dan Presiden Basyar al-Asad, bahwa penggunaan senjata kimia untuk menyerang pemberontak akan menyebabkan balasan dan intervensi secara langsung dari dunia Internasional. Kekhawatiran akan langkah penggunaan senjata kimia oleh Pemerintah Suriah semakin mencuat setelah seminggu yang lalu ada perintah untuk memindah senjata-senjata tersebut dari tempat asalnya, dan semuanya dalam keadaan siap untuk digunakan, lebih-lebih kekuatan pemberontak sudah semakin dekat dengan Ibu Kota Suriah.

Berita ini bersamaan dengan adanya informasi bahwa para menteri luar negeri negara-negara anggota NATO menyetujui untuk menyiagakan rudal patriot di perbatasan Turki dan Suriah.

Kementerian Luar Negeri Prancis menyebutkan dalam konferensi persnya dengan majalah mingguan kemarin, bahwa penggunaan senjata kimia oleh Pemerintah Asad atau orang yang berada di bawah komandonya tidak bisa diterima sama sekali. Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa mereka selalu membicarakan masalah tersebut secara intensif dengan para koleganya jika nanti Suriah benar-benar menggunakan senjata tersebut. Sumber yang sama menambahkan, “Bagi para pengambil kebijakan di Suriah harus tahu dan sadar bahwa dunia Internasional memantau mereka, dan tidak ada cara lain selain membalas mereka jika mereka benar-benar menggunakan senjata kimia”.

Sampai saat ini, Prancis masih belum menyebutkan bentuk balasan seperti apa yang akan diberlakukan dunia Internasional kepada Pemerintah Suriah jika mereka benar-benar menggunakan senjata kimia. Prancis juga tidak menyebutkan secara detail siapa saja yang sepakat dengan pemerintahannya, apakah Amerika Serikat atau NATO yang kemarin para menteri luar negerinya berkumpul di Bruksel atau bentuk kesepakatan lain dengan beberapa Negara yang memiliki kerja sama dengan Prancis. Sebelumnya, Paris juga telah mengingatkan agar dalam konflik di Suriah kedua kubu tidak boleh menggunakan tenaga nuklir.

Pada akhir musim panas yang lalu, Presiden Prancis, Francois Hollande menyatakan bahwa pengunaan senjata nuklir di Suriah akan menjadi alasan yang benar bagi dunia Internasional untuk intervensi militer ke Negara tersebut.  Pada waktu yang sama Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius juga mengancam pihak Suriah jika sampai menggunakan senjata tersebut bahwa mereka akan mendapat balasan secara langsung dan mematikan.

Sementa sumber tidak resmi Prancis menyatakan, jika Pemerintah Suriah menggunakan cara tersebut berarti mereka memposisikan diri mereka di tempat yang sangat sulit.

Pemerintah Suriah benar-benar menghadapi situasi yang sangat sulit, selain mendapat ancaman dari dunia Internasional yang dimotori Amerika Serikat dan NATO, mereka juga mendapat ancaman dari para pemberontak bersenjata yang sudah semakin dekat dengan Ibu Kota Damaskus. (Absyaish).



Sumber: Lazuardi Birru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar