Rabu, 28 November 2012

Salah Satu Terduga Teroris Poso Merupakan Residivis Terorisme

                                          #Ilustrasi

Satu dari tiga teroris yang ditangkap di Desa Malino, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah (Sulteng) adalah residivis terkait terorisme di Poso. Dia merupakan pencari dana dengan jalan pencurian kendaraan bermotor.

“Tiga teroris yang diamankan oleh pihak kepolisian kemarin, salah satunya mantan narapidana teror, jadi tugasnya kemarin itu dia mencari dana,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Suhardi Alius, seperti dikutip Detikcom, Senin (26/11/2012).

Saat ini, jelas Suhardi, polisi masih terus mengembangkan jaringan teror yang ditangkap, Minggu (25/11) sekitar pukul 04.00 WITA. Selain senjata api rakitan dengan lima butir amunisi serta buku-buku jihad, polisi juga menyita sejumlah motor tanpa plat dan surat di rumah kelompok teror tersebut.
Sebelumnya, seperti dilansir inilah.com, Suhardi, memastikan bahwa ketiganya merupakan jaringan kelompok Santoso.

Santoso merupakan buronan teroris paling dicari aparat polisi saat ini. Santoso adalah Anggota Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi teror, termasuk aksi penembakan tiga anggota Polisi di BCA Palu pada 25 Mei 2011 dan dua polisi yang ditemukan tewas saat menyelidiki kasus terorisme di daerah Poso.

Santoso sempat memimpin pelatihan teroris di Poso. Pelatihan teroris di Poso kemudian melahirkan sel-sel teroris baru seperti teroris Thoriq dari Tambora, Jakarta Barat dan kawan-kawan yang terkait dengan jaringan Solo. (sf)

Sumber: Lazuardibirru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar