Kamis, 22 November 2012

Dakwah Islam Mengedepankan Hikmah dan Mau’idhoh Hasanah


Setiap agama pada dasarnya menawarkan jalan keselamatan. Ajaran-ajaran agama mengajak umat manusia agar hidup dalam keselamatan dan perdamaian. Untuk itulah dalam setiap agama dikenal konsep seruan atau dalam khazanah Islam dinamakan dakwah. Dalam ajaran Islam misalnya, dalil-dalil yang memerintahkan agar umatnya menyebarkan seruan dan ajaran keselamatan Islam sangat mudah ditemukan. Lantas konsepsi dakwah yang ideal menurut Islam?
Pertanyaan atas idealitas dakwah menjadi penting belakangan ini. Mengingat masih saja sebagian umat Islam yang memahaminya secara serampangan. Misalnya mereka berdakwah dengan melibatkan unsur-unsur kekerasan dan bahkan teror.
Menurut Nasir Abas, Mantan Ketua Mantiqi III Jama’ah Islamiyah, dakwah Islam harus mengedepankan unsur hikmah dan mau’idhof hasanah. Islam adalah agama damai maka yang terpenting dalam menyerukan ajaran-ajarannya adalah dengan kebijaksanaan dan pesan-pesan kebaikan. Untuk itu bagi Nasir Abas apa yang dilakukan oleh para teroris, yang selalu mengatasnamakan aksi terornya sebagai dakwah, adalah kesalahan yang sangat besar.
“Dalam al Qur’an jelas disebutkan Ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan mau’idhof hasanah. Mengapa Allah menyatakan demikian, itu menunjukkan bahwa banyak sekali orang ingin mengajak pada Allah, ke jalan Islam, tetapi mereka lupa tidak menyertakannya dengan jalan bijaksana dan hikmah” ungkap Mantan Ketua Mantiqi III Jama’ah Islamiyah.
Islam adalah agama damai. Maka sudah sepantasnya pesan-pesan Islam disampaikan dengan cara yang damai pula. Tidak ada pendasaran yang membenarkan dakwah dengan kekerasan apalagi teror. Karena justru dengan pola dakwah yang mengerikan tersebut akan menodai kesucian Islam itu sendiri. [Mh]

Sumber: Lazuardibirru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar