Kamis, 22 November 2012

Nalar Kritis Individu Ampuh Bendung Infiltrasi Ideologi Radikal-Teror


Sadar atau tidak hembusan propaganda Islam yang beraroma radikal dan teror masih terasa di mana. Buktinya beberapa kasus teror bom dan kekerasan atas nama Islam yang terjadi di Indonesia belum lenyap dalam pemberitaan media-media.

Dalam keadaan seperti ini, perlu setiap individu mempersiapkan diri agar tidak terjerumus pada pemahaman Islam yang menggerikan tersebut. Menurut Nasir Abas, Mantan Ketua Mantiqi III Jama’ah Islamiyah, setidaknya ada dua hal yang harus dimiliki seseorang agar tidak mudah terseret ideologi radikal dan teror.

Yang pertama, tanamkan kritisisme. Banyak bertanya adalah bagian dari bentuk kritisisme. “Ketika bertemu dengan orang yang merasa paling benar, sedemikian hingga mengajak untuk melakukan aksi-aksi makar dan teror, maka penting untuk selalu bertanya. Mengapa begini, mengapa begitu” tutur Nasir Abas. Menurutnya hal ini juga akan membuat si pendoktrin tersebut putus asa sehingga terhindarlah seseorang terekrut menjadi muslim radikal atau bahkan teroris.

Adapun yang kedua, Nasir Abas menyarankan agar seseorang tidak menjadi yang tertutup. Artinya ketika bertemu dengan pemikiran atau pemahaman radikal atau teror, maka wajib hukumnya seseorang tersebut sharing atau berbagi cerita entah dengan teman, keluarga, guru atau orang lain. Berbagi cerita akan membantu individu menemukan ruang-ruang pemahaman baru atau lain sehingga tidak melulu memahami Islam dalam kacamata yang sempit. [Mh]

Sumber: Lazuardibirru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar