Selasa, 20 November 2012

Indonesia Selalu Berpihak Pada Palestina

Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mendesak pemerintah Indonesia mendorong perdamaian di Palestina. Hal tersebut diungkapkan JK, pascaserangan Israel yang kian brutal ke jalur Gaza. Menurut dia, hanya ada dua pilihan terkait serangan ini yaitu perang atau damai. Namun, JK berharap keduanya akan memilih upaya damai.
“Kedua belah pihak harus gencatan senjata, tapi Indonesia sejak puluhan tahun selalu berpihak pada Palestina,” kata JK, seperti dikutip Republika.co.id, 20/11/2012.
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu sebelumnya menyerukan agar seluruh masjid di Indonesia bergotong royong membantu rakyat Palestina.
Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak henti-hentinya mengangkat isu serangan Israel ke Jalur Gaza. Presiden SBY meminta dunia internasional berupaya menghentikan kekerasan terhadap warga Palestina. Permintaan itu kembali disampaikan pada Konferensi Tingkat Tinggi ke-21 ASEAN.
“Presiden Yudhoyono meminta semua pihak menghentikan lingkaran kekerasan dan pengerahan kekuatan secara eksesif di Jalur Gaza,” kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di sela-sela KTT ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, seperti dilansir Metrotvnews.com, Selasa, 20/11/2012.
Permintaan Indonesia itu, kata Marty, kemudian didukung delegasi Malaysia. Malaysia mengatakan, akan sulit bagi negara-negara Islam untuk menjaga sikap moderat warga Muslim melihat serangan Israel ke Jalur Gaza yang menewaskan begitu banyak warga Palestina.
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama, lanjut Marty, Presiden SBY juga mengingatkan agar jangan sampai terulang peristiwa kekerasan tahun 2008 dan 2009 yang menewaskan ribuan warga Palestina. Obama memberi respons positif dan berjanji mendesak pihak-pihak yang bertikai agar berdamai.
Serangan-serangan udara Israel di seluruh Jalur Gaza sedikitnya sudah menewaskan 109 orang warga Palestina. Sebagian korban warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan.[Az]

Sumber: LB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar