Selasa, 16 April 2013

Radikalisme Merusak Islam dan Indonesia



Radikalisme dalam bentuk teror merusak nama Islam dan Indonesia di mata dunia internasional. Karena itu, tidak ada gunanya melakukan teror, baik di Natal dan Tahun Baru saat ini atau di waktu lain.

Pernyataan tersebut ditegaskan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siraj. Menurut KH Said di tengah perayaan Natal dan Tahun Baru 2013 penting menjalankan prinsip toleransi.

“Radikalisme, terutama dalam bentuk aksi teror, dapat merusak citra Indonesia yang sudah sejak lama dikenal sebagai bangsa yang plural, namun tetap dapat hidup berdampingan dengan baik. Indonesia di mata internasional dikenal sebagai bangsa yang bisa menerapkan toleransi dengan baik. Aksi-aksi radikalisme, terorisme, atau yang sejenisnya, akan menjadikan nama Indonesia rusak,” tegas Kiai Said, Selasa (25/12/2012).

Kiai Said meminta kepolisian dan TNI untuk saling bersinergi menjalankan tugasnya dengan baik. Masyarakat pun diminta ikut berpartisipasi menciptakan keamanan, melalui perilaku yang tidak memancing timbulnya kerawanan.

“Terciptanya keamanan tugas kita bersama, termasuk masyarakat sipil yang tidak bergabung di ormas juga harus bisa menciptakan rasa aman,” kata Kiai Said.[wan]

Sumber: Lazuardi Birru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar