Rabu, 17 April 2013

Fatwa Harus Antisipasi Persoalan Umat



Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, fatwa sudah semestinya menjadi respon proaktif dari para otoritas fatwa dalam menanggapi dan mengantisipasi berbagai persoalan umat Islam sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta sosial kemasyarakatan, seperti kloning manusia, bioteknologi, perbankan dan sebagainya.

“Bukan saatnya lagi berbagai lembaga otoritas fatwa hanya bersikap reaktif terhadap persoalan yang muncul di tengah umat Islam,” kata Suryadharma saat penutupan Konferensi Internasional tentang Fatwa di Jakarta, Rabu (26/12/2012).

Menurut Menag dalam rangka langkah proaktif dan antisipatif tersebut, maka agenda penting umat Islam saat ini adalah bagaimana merumuskan suatu metode baru, yang mengedepankan prinsip al-mashlahah yang dikaitkan dengan konteks global kontemporer dalam aspek ekonomi, politik, ilmu pengetahuan dan teknologi maupun aspek sosiokultural umat Islam di dunia.

“Dengan kata lain produk-produk fatwa mengedepankan pemenuhan kebutuhan hukum yang bersifat publik, disamping tentunya tetap memberikan jawaban terhadap aspek-aspek teknis ubudiyah yang dibutuhkan oleh umat Islam,” kata Menag.

Dengan semakin kompleksnya persoalan keagamaan yang melanda umat Islam saat ini di seluruh dunia, menurut dia perlu didorong upaya fatwa yang ditetapkan melalui ijtihad kolektif atau jama’i yang melibatkan berbagai pakar di berbagai negara dan dari berbagai disiplin ilmu.

“Bentuk ijtihad jama’i yang seperti itu akan menghasilkan fatwa yang lebih komprehensif dibanding dengan ijtihad perseorangan atau fardi,” ujarnya.[wan]

Sumber: Lazuardi Birru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar