Jumat, 17 Mei 2013

TNI Perketat Perbatasan Indonesia-Malaysia






Guna mengantisipasi aktifitas penyelundupan, kegiatan penebangan kayu sevara illegal dan pelintas batas secara ilegal,Panglima Kodam VI Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman menginstruksikan prajurit penjaga perbatasan RI-Malaysia untuk merazia ketat barang yang keluar dan masuk Republik Indonesia melalui garis perbatasan. Hal tersebut disampaikan Pangdam, senin, (13/5) saat menyambut para prajurit anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) dari Batalyon Infanteri 141/Aneka Yudha Jaya Prakosa yang akan bertugas melakukan pengamanan perbatasan kedua negara enam bulan ke depan. 

"Hal-hal ini harus menjadi perhatian serius seluruh prajurit selama melaksanakan tugas pengamanan perbatasan," katanya. Pangdam juga mengatakan berapa kali razia yang dilakukan prajurit TNI dan polisi serta masyarakat, masuknya barang-barang berbahaya seperti narkoba ke wilayah RI berhasil dicegah.

Satgas Pamtas Yonif 141/Ayjp dari Kodam II/Sriwijaya tiba di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Senin dan selanjutnya di lepas menuju titik perbatasan Indonesia-Malaysia di wilayah Tarakan dan Nunukan, menggunakan KRI Teluk Ratai. Mereka akan menggantikan Satgas Pamtas Yonif 407/Padma Kusuma dari Kodam IV/Diponegoro yang sudah enam bulan bertugas di perbatasan. 

Pangdam mengingatkan prajurit 141/Ayjp bahwa tugas yang mereka emban adalah kepercayaan dan kehormatan serta wujud bakti terhadap bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Kepercayaan tersebut harus dilaksanakan dengan penuh semangat dan kesungguhan serta dilandasi sikap disiplin yang tinggi," ujarnya. [Mh]

#Antara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar