Jumat, 17 Mei 2013

Ketum PBNU: Ulama, Tonggak Ilmu-ilmu Keislaman





Keberlanjutan Islam yang diperjuangkan Rasulullah SAW dan sahabatnya bergantung pada prestasi para ulama. Pasalnya, ilmu-ilmu keislaman justru banyak muncul dari generasi tabi’in, tabi’ut tabiin, dan setelahnya. 

Pandangan ini disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj saat membuka Pendidikan Kader Dai yang digelar Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) di Jakarta, Senin (13/5) petang.

Kiai Said mencontohkan betapa Alquran di periode awal tersusun dalam huruf yang amat sederhana. Baru sesudah tahun 62 Hijriyah melalui tangan Abul Aswad ad-Du’ali tanda titik muncul, lalu disempurnakan Imam Khalil al-Farahidi dengan menyertakan harakat pada huruf.

Dari Alquran, disiplin ilmu keislaman terus berkembang dengan hadirnya ilmu Tajwid rintisan Imam Abu Ubayd Qasim bin Salam, Mushalahul Hadits yang dipelopori Syihabuddin Ramahurmuzi, tafsir, fiqih, dan lain sebagainya. “Jadi Islam itu menuntut kita untuk berilmu secara cerdas, berkreasi, dan yang sudah menciptakan ilmu itu kebanyakan adalah tabiin, tabiit tabiin. Sahabat hanya menciptakan beberapa ilmu saja,” ungkapnya.

Di hadapan sekitar seratus dai, Kiai Said mengajak umat Islam untuk tidak keliru memahami slogan kembali kepada Alquran dan Hadis dengan cara meninggalkan ulama. Menurut dia, ulama telah menyumbangkan tradisi keilmuan yang kaya. “Walhasil, Islam itu adalah agama pengetahuan, mendorong umatnya untuk berpengetahuan,” pungkasnya.[az]

#NUoline

1 komentar:

  1. informasi yang sangat menarik terima kasi banyak atas informasi yang sudah disampaikan salam kena aja yupz gan ^___^
    Obat Anemia Herbal
    Obat Kanker Kelenjar Getah Bening
    Obat Herbal Penyempitan Pembuluh Darah

    BalasHapus