Kamis, 20 Juni 2013

Pola Komunikasi Teroris Berubah


 

Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komjen Sutarman mengakui ada perubahan dalam komunikasi kelompok-kelompok teroris di Indonesia. Para terduga teroris itu kini tidak lagi menggunakan alat komunikasi modern.

“Kalau ada apa-apa, mereka kirim kurir. Berkoordinasi dilakukan dengan bertemu di satu tempat, tidak lagi lewat internet,” kata Sutarman di lokasi penggerebakan terduga teroris di Bekasi, Jumat 15 Maret 2013.

Selain itu, imbuhnya, kelompok teroris juga kini tidak hanya bergerak dengan menyerang personel keamanan dan tempat-tempat umum. “Mereka juga melakukan langkah sosial politik,” tegasnya.
Meski tak menjelaskan apa yang dimaksud dengan langkah sosial politik itu, Sutarman lalu mengaitkan dengan wacana pembubaran Datasemen Khusus 88. Isu pembubaran ini muncul setelah beberapa organisasi Islam mengirimkan video berisi penyiksaan terhadap terduga teroris.

“Wacana pembubaran Densus 88 itu keliru. Kami sudah coba jelaskan,” kata dia.
Menurut Sutarman, jaringan terorisme telah menyalahgunakan agama untuk kepentingan mereka sendiri. (sf)

Sumber: Lazuardi Birru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar