Rabu, 26 Juni 2013

BNPT: Perampok Toko Emas Terkait Jaringan Teror Besar


 

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irjen Pol (Pur) Ansyaad Mbai, menyebut kawanan pelaku perampokan toko emas Terus Jaya di Tambora, Jakbar, yang ditangkap pada Jumat (15/3/2013) terkait dengan jaringan teroris besar di Indonesia.

“Iya itu terkait jaringan teroris lain. Satu orang dari yang ditangkap itu buronan perampokan Bank CIMB Niaga Medan tahun 2010 lalu,” kata Ansyaad Sabtu (16/3/2013)
Mereka diduga melakukan kegiatan perampokan untuk membiayai serangkaian aksi teror di berbagai daerah di Indonesia. Mereka merampok toko emas untuk membiayai serangkaian aksi teror di Indonesia.
“Mereka terkait juga dengan kelompok Solo, Beji, Poso, Makassar. Mereka memang bagian jaringan besar,” ujarnya.

Semangat untuk kegiatan terorisme ini, jelas Ansyaad, karena terinspirasi dari buku-buku yang ditulis para pemimpin teroris. “Pimpinan teroris ini, terus menyerukan untuk berjihad dan memusuhi pemerintah, menyebarkan kebencian untuk pemerintah,” imbuh dia.
Ansyaad mengatakan seruan jihad itu disebarkan oleh para ideolog teroris melalui buku-buku. Para pemimpin teroris ini, meski dari penjara, tetap menulis buku untuk menyebarkan semangat terorisme. “Dalam penjara pun mereka ini terus bikin buku,” ujarnya.

Makmur (M), salah satu dari tujuh pelaku perampokan toko emas di Tambora, Jakarta Barat, yang ditangkap di Bekasi,  diketahui terlibat kasus bom Beji yang meledak di Depok, Jawa Barat, dan juga perampokan di Bank CIMB Niaga di Medan. M ditembak mati polisi karena melawan saat akan diciduk. (fs)

Sumber: Lazuardi Birru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar