Sabtu, 29 Juni 2013

Pemimpin Harus Menjadi Teladan



Saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami disorientasi (kehilangan arah) akibat kehilangan keteladanan para pemimpinnya. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin dalam sambutannya pada ‘Dzikir dan Istighasah Akbar’ sebagai puncak kegiatan aksi sosial bertajuk “Satu Hati untuk Semua”.

Karena itu, Amin berharap agar semua menjadi teladan. “Kita semua (masing-masing) harus menjadi teladan bagi orang lain,” kata dia.
Menurut dia, Islam adalah humanisme teosentrik. Yakni seperangkat nilai keberagamaan yang sangat mementingkan manusia sebagai tujuan sentralnya. Nilai dasar Islam memang memusatkan dirinya pada keimanan kepada Tuhan, tetapi sesungguhnya ia mengarahkan perjuangannya untuk kemuliaan peradaban manusia.

“Di sinilah Islam sangat mementingkan akhlak mulia, sebagaimana Rasulullah SAW  telah mengingatkan akan keberadaannya. Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia,” ungkapnya mengutip Hadis Nabi.

Dengan demikian, kata dia, merupakan sebuah kemestian bagi kita untuk terus bahu-membahu membentuk dan menjaga akhlak warga bangsa ini di semua lini kehidupannya.

Lebih jauh ia mengatakan, para pelaku pendidikan dan dakwah, sejatinya tidak lagi hanya berkutat pada transfer of knowledge, memindahkan pengetahuan dari kepala ke kepala, tetapi lebih memusatkan pada kemanusiaannya (man centered), terutama dengan keteladanan. Sehingga, pembentukan karakter (character building) pada masyarakat akan lebih mungkin terbentuk.[az]

Sumber: Lazuardi Birru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar