Rabu, 27 November 2013

Memahami Teks Alquran Harus Seiring Realitas


Dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Ulama Alquran di Serang, Banten yang berlangsung 21-23 Mei 2013, Direktur Pusat Studi Alquran (PSQ) Jakarta, Muhammad Quraish Shihab berpesan agar peserta benar-benar memahami teks Aquran dan realitas yang berkembang. “Teks itu perlu. Sebab, Alquran adalah sumber dari Allah. Teks Allah yang susun untuk kepentingan umat manusia sepanjang masa,” kata Quraish Shihab, Rabu (22/5).
“Dan karena Alquran dari Allah, bukan hasil budi daya manusia maka Alquran bukan budaya,” imbuhnya.
Menurut Quraish, teks mengandung berbagai makna. Karena itu, kata dia, kita dapat memilih salah satu makna-makna itu sesuai dengan perkembangan masyarakat dan budaya yang berkembang. Dengan demikian pemahaman kita bisa berbeda dengan masyarakat lalu atau sebelumnya. “Saya kira, memahami teks Alquran harus sambil memahami realitas. Realitas saja tak memuaskan. Teks saja tanpa realitas juga tak memuaskan,” ungkapnya.
Pada Mukernas tersebut, pakar tafsir Indonesia ini juga membedah Tafsir Tematik yang disodorkan panitia pelaksana. Ada beberapa judul, di antaranya: “Jihad: Makna dan Implementasinya”, “Alquran dan Isu-Isu Kontemporer”, “Moderasi Islam”, serta “Kenabian (Nubuwah) dalam Alquran”. Termasuk pula Tafsir Ilmi bertajuk “Kisah Nabi Pra Ibrahim dalam Al-quran”, “Hewan dalam Perspektif Alquran dan Sains”, “Seksualitas dalam Perspektif Alquran dan Sains”, serta “Manfaat Benda-Benda Langit dalam Perspektif Alquran dan Sains”. [az]

Sumber: Lazuardi Birru

1 komentar: