Jumat, 20 Desember 2013

Mendukung Reformasi Kepolisian



Sumber: dpbbm.com
Selamat hari jadi yang ke-67 bagi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Semoga pada Hari Bhayangkara 2013 ini, Polri semakin cakap dalam menjalankan semua kewajibannya sebagai aparat keamanan, sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat luas terkait hakikat menjaga dan membela negara tercinta.
Harus diakui bersama, tantangan bagi Polri menuju perbaikan yang diharapkan oleh masyarakat luas bukanlah hal mudah. Terdapat banyak masalah dan rintangan yang harus dihadapi, mulai dari hal-hal yang bersifat birokratis, kultur atau bahkan hal-hal yang bersifat administratif.
Namun demikian, hal ini tak berarti bahwa Polri sepenuhnya buruk. Diakui atau tidak, ada perubahan-perubahan dan reformasi yang selama ini telah terjadi di tubuh kepolisian. Sebagai contoh, Polri dalam beberapa waktu terakhir kerap berkampanye sebagai partner bahkan pengayom masyarakat. Hal ini penting dilakukan untuk mengikis kesan polisi sebagai “musuh” masyarakat akibat digunakan sebagai alat kekuasaan pada waktu-waktu sebelumnya.
Contoh lain adalah reformasi di bidang penanganan terorisme. Harus diakui bersama, reformasi dalam konteks ini telah berjalan secara sangat baik. Faktanya aparat berhasil membongkar jaringan demi jaringan terorisme. Bahkan aparat berhasil menangkap dan menghukum para tokoh utama terorisme yang ada di Indonesia, seperti Noordin M Top, Azhari dan yang lainnya.
Apa pun keadaannya, polri sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas. Hampir tak ada lini kehidupan berbangsa dan bernegara yang lepas dari peran Polri, mulai dari keamanan, penegakan hukum hingga kelancaran lalu lintas. Tak dapat terbayangkan apa yang akan terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tanpa kehadiran dan peran Polri.
Oleh karenanya, reformasi Polri sebagaimana di atas harus senantiasa didukung oleh masyarakat luas. Hingga perubahan-perubahan yang ada terus berjalan optimal, termasuk peneguhan Polri sebagai teman dan abdi masyarakat.
Saat ini masih terdapat sebagian masyarakat yang cenderung memandang polisi secara negatif atau bahkan penuh dengan rasa ketakutan. Seakan-akan polisi adalah musuh yang harus ditakuti dan dijauhi.
Kesan seperti ini tentu tidak terlepas dari kiprah oknum yang merusak nama baik Polri (di samping karena faktor trauma sejarah sebagaimana di atas). Oknum-oknum seperti ini harus terus diwaspadai dan ditindak tegas. Hingga pelbagai macam reformasi yang ada di tubuh kepolisian terus berjalan sesuai harapan.
Dirgahayahu Polri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar