Sabtu, 30 Maret 2013

Seorang Terduga Teroris Penembak Polisi Poso Tertangkap





Satu orang terduga teroris yang melakukan penembakan terhadap rombongan anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah berhasil dibekuk.

“Satu orang berhasil ditangkap dan saat ini masih dikembangkan,” ucap Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Agus Rianto, seperti dikutip laman tribunnews.

Namun, Agus belum mengetahui lengkap identitas pelaku yang ditangkap tersebut. Tetapi Agus memastikan bahwa orang yang ditangkap merupakan bagian dari kelompok yang melakukan penembakan terhadap petugas yang mengakibatkan gugurnya tiga orang anggota brimob.

Sebelumnya aksi baku tembak terjadi sekitar pukul 10.00 WITA, Kamis (20/12/2012) ketika satu regu anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah melakukan patroli rutin dengan menggunakan sepeda moto  di wilayah Desa Tambarana, Poso Pesisir, daerah Gunung Kalora.

“Mereka melihat sekolompok orang, kemudian didekati, tetapi tiba-tiba kelompok orang tersebut menembak anggota brimob yang sedang patroli tersebut. Akibatnya tiga anggota Brimob masing-masing Briptu Ruslan, Briptu Narto, dan Briptu Wayan meninggal dunia dan saat ini berada di RSUD Poso,” kata Agus.

Penembakan ini diduga imbas dari perburuan jaringan teroris Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) di bawah kendali Santoso. Buronan wahid polisi ini diduga bertanggungjawab terhadap pembunuhan dua anggota polisi yang ditemukan tewas pada 16 Oktober 2012, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Bahkan, Santoso sendiri mengirimkan surat yang berisi tantangan kepada polisi untuk perang secara terbuka.
Pada Rabu (12/12/2012) sekitar pukul 17.00 WIT, Satuan gabungan Brimob Mabes Polri dan Polda Sulteng menggerebek lahan di pegunungan Koronjobu, Tambarana, Poso, Sulawesi Tengah, yang diduga sebagai lokasi pelatihan kelompok teroris. Satu orang yang diduga sebagai anggota kelompok teroris, berhasil diamankan setelah berlangsung kontak tembak. Diduga kelompok ini juga bagian dari jaringan Santoso. (sf)

Sumber: Lazuardi Birru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar