Kamis, 02 Januari 2014

Kurikulum 2013 Momentum untuk Integrasi Ilmu




Penerapan Kurikulum 2013 dinilai sebagai momentum untuk mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu lainnya. Karena itu, para guru sudah saatnya mengerahkan perhatian untuk mengintegrasikan ilmu agama dengan ilmu lainnya.
Hal itu dikemukakan Menteri Agama Suryadharma Ali saat memberi pembekalan dan sekaligus mengukuhkan pengawas dan kelompok kerja (Pokjawas) Pendidikan Agama dan Madrasah Provinsi Jawa Barat, di Bogor, Senin kemarin.
"Pendidikan jangan dipandang terkotak-kotak agar ke depan tidak ada lagi dikotomi antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan lain, tetapi saling melengkapi. Para guru agama sudah saatnya dapat mengimplementasikannya dengan rencana penerapan Kurikulum 2013," katanya.
Menag mengatakan ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang. Menurut dia ilmu agama yang dipelajari pun harus didukung dengan ilmu lainnya sehingga satu sama lain saling melengkapi dan akan bermakna bagi kehidupan dan peradaban manusia ke depan.
Selama ini, di berbagai lembaga pendidikan Islam banyak diajari ilmu seperti fikih, hadits, tasawuf dan lainnya. Ilmu keagamaan itu tak akan berkembang dan akan makin sulit dipahami anak-anak ke depan jika saja tak ditunjang dengan ilmu lainnya untuk memahami alam semesta ciptaan Allah.
"Bukankah esensi ilmu adalah semata ciptakan Allah semata," kata Suryadharma.
Ia juga menjelaskan tentang kemajuan yang dicapai para anak didik dari lembaga pendidikan Islam. Sekarang ini, anak-anak lulusan madrasah dan kuliah di perguruan tinggi negeri justru menduduki peringkat terbaik.
"Saya baru ketemu Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), tadi siang. Banyak anak-anak asal madrasah, prestasinya luar biasa. Lulus dengan angka terbaik. Selain itu, hafal Al Quran pula," cerita.[as]
Sumber: Republika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar